Tjakrabirawa Teknologi Indonesia
Solutions
Product
Cyber News
Blog
About Us

Cyber Attack Hotline


Loading...

Continue Reading

article cover

96% Alert Keamanan Tidak Pernah Diinvestigasi: Begini Cara Claude AI Mengakhiri Fragmentasi Triage CVE yang Selama Ini Membuang Waktu Tim SOC

Bayangkan analis keamanan kamu harus membuka NVD untuk skor CVSS, berpindah ke FIRST untuk data EPSS, mengecek CISA KEV untuk status eksploitasi aktif, lalu berburu Proof-of-Concept di Exploit-DB dan GitHub — semuanya hanya untuk memvalidasi satu CVE. Sekarang kalikan proses itu dengan 50 CVE yang harus ditangani dalam satu hari kerja. Inilah yang dimaksud dengan fragmentasi platform dalam proses triage CVE manual: masalahnya bukan kekurangan data, melainkan terlalu banyak pintu yang harus diketuk satu per satu. Di artikel ini, kamu bakal nemuin bagaimana otomatisasi triage CVE menggunakan Claude AI dan CVE MCP Server mengubah seluruh workflow melelahkan ini menjadi satu perintah bahasa natural.

Read More

article cover

URGENT: 12 Celah Keamanan OpenClaw yang Wajib Lo Audit Sekarang — Satu Kesalahan Konfigurasi Bisa Buka Akses Penuh ke Seluruh Sistem

Kamu pikir AI agent yang berjalan di infrastruktur kamu sudah aman hanya karena sudah terpasang dan berjalan normal? Itulah asumsi yang sedang dieksploitasi oleh penyerang yang memahami bahwa celah terbesar bukan ada di kode, melainkan di konfigurasi yang tidak pernah diaudit. OpenClaw Security Assessment Checklist yang baru dirilis mengidentifikasi 12 area kontrol keamanan kritis yang harus diverifikasi di setiap deployment, mulai dari versi runtime yang rentan CVE aktif, hingga credential file yang terbuka tanpa enkripsi. Di artikel ini, kamu bakal nemuin apa saja yang harus segera dicek, mengapa setiap celah ini berbahaya, dan langkah konkret untuk menutupnya sebelum menjadi insiden.

Read More

article cover

Unpopular Opinion: Rate Limiting yang Lo Andalkan Selama Ini Justru Memberi Lo Ilusi Keamanan yang Palsu

Kamu sudah aktifkan rate limiting, batasan request sudah dipasang, dan dashboard keamanan terlihat hijau semua. Tapi di saat yang sama, ada yang sedang diam-diam melakukan brute force ke endpoint login kamu secara pelan, sabar, dan tidak pernah menyentuh batas yang kamu tetapkan. Rate limiting gagal menghentikan abuse bukan karena implementasinya salah, tapi karena ada kelemahan fundamental dalam cara sistem ini memandang ancaman. Di artikel ini, kamu bakal nemuin empat alasan mengapa kelemahan rate limiting keamanan API ini bisa menjadi celah yang justru paling berbahaya karena tidak terlihat seperti celah sama sekali.

Read More

article cover

Industri Keamanan Siber Bohongin Lo Selama Ini: Patch FortiGate Tidak Cukup Kalau Kredensial Lo Sudah di Tangan Penyerang

Bayangkan kamu sudah rajin update patch keamanan, sistem sudah di-update, dan tim IT merasa aman. Tapi di saat yang sama, penyerang sudah duduk tenang di dalam jaringan perusahaan kamu menggunakan akun yang valid, bukan hasil bobol, bukan eksploitasi zero-day, tapi login biasa dengan username dan password yang sudah mereka dapatkan sebelumnya. Inilah anatomi serangan siber enterprise 2026 yang terjadi pada FortiGate SSL VPN dan menjadi pelajaran pahit tentang patch keamanan yang tidak cukup hanya cegah serangan jika masalah sesungguhnya ada di tempat lain. Di artikel ini, kamu bakal nemuin bagaimana serangan ini bekerja lapis demi lapis, mengapa satu koneksi yang berhasil sudah cukup untuk menghancurkan segalanya, dan apa yang seharusnya menjadi fokus keamanan organisasi kamu.

Read More

article cover

TERBONGKAR: 108 Ekstensi Chrome Berbahaya Ini Sudah Curi Data 20.000 Pengguna Tanpa Mereka Sadari

Kamu mungkin punya beberapa ekstensi terpasang di Chrome sekarang — tool YouTube, sidebar Telegram, atau mungkin penerjemah teks. Tapi bagaimana kalau salah satunya diam-diam mengirim seluruh sesi browsing, kredensial Google, bahkan session Telegram aktif kamu ke server peretas setiap 15 detik? Itulah yang ditemukan oleh peneliti keamanan dari Socket dalam investigasi terbaru mereka: 108 malicious Chrome extensions berhasil beroperasi di Chrome Web Store dan sudah meraup sekitar 20.000 instalasi sebelum akhirnya teridentifikasi. Di artikel ini, kamu bakal nemuin bagaimana ekstensi-ekstensi ini bekerja, siapa di balik kampanye ini, dan cara cek ekstensi Chrome aman atau tidak sebelum terlambat.

Read More

article cover

Captcha Palsu di Browser Ini Bisa Ambil Alih Komputer Lo dalam Hitungan Detik — Modus Lama yang Kembali Marak 2026

Kamu lagi browsing biasa, tiba-tiba muncul jendela verifikasi Cloudflare yang meminta kamu buka PowerShell, paste kode, lalu tekan Enter. Tampak seperti verifikasi keamanan normal, padahal itu adalah jebakan yang dirancang khusus untuk membuat kamu secara sukarela menginstal malware ke komputer sendiri. Captcha palsu malware dengan modus ini bukan ancaman baru, tapi ia sedang kembali marak dan semakin banyak korban yang tidak menyadarinya sampai terlambat. Di artikel ini, kamu bakal nemuin bagaimana jebakan ini bekerja, kenapa sangat efektif menipu, dan cara hindari jebakan captcha palsu sebelum kamu jadi korban berikutnya.

Read More

Tjakrabirawa Teknologi Indonesia

For customer service, please email us support@tjakrabirawa.id

instagramfacebooklinkedin

Solutions

Audit & ComplianceVAPTDevSecOps

Support

BlogNewsFAQPrivacy PolicyTerms of Service

© 2025 Tjakrabirawa Teknologi Indonesia. All Rights Reserved.

Ransomware Mengguncang Pusat Data Nasional, Indonesia Tolak Tegas Tuntutan!

Pernahkah Anda membayangkan data krusial negara kita disandera? Itulah yang menimpa Pusat Data Nasional (PDN) beberapa bulan lalu, tepatnya pertengahan 2025. Peretas berhasil menembus sistem inti PDN dan menuntut tebusan senilai USD 8 juta, atau sekitar 120 miliar rupiah! Namun, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menolak membayar. Sebuah sikap yang patut diapresiasi.

Tjakrabirawa Team

Tjakrabirawa Team

June 20, 2025

illustration
Table of contents

Implikasi Serius Serangan Ini

Mengapa Insiden Ini Bisa Terjadi?

Solusi dan Tindakan Lanjutan

Pesan Kunci

Tags:

#Research
#Security

Implikasi Serius Serangan Ini

PDN adalah jantung data pemerintahan. Dampaknya tidak main-main: banyak layanan digital administrasi lumpuh, risiko data pribadi bocor, hingga berpotensi diperjualbelikan di pasar gelap. Kepercayaan publik pun turun, sementara kerugian ekonomi membengkak akibat proses pemulihan yang rumit dan mahal.

Mengapa Insiden Ini Bisa Terjadi?

Sistem PDN yang sangat terpusat menjadi sasaran empuk. Sekali berhasil ditembus, seluruh data dalam sistem berisiko terekspos. Sistem cadangan dan rencana darurat yang ada juga belum cukup matang untuk menghalau ransomware modern. Selain itu, pelatihan keamanan siber bagi SDM pemerintah masih lemah.

Solusi dan Tindakan Lanjutan

  • Segmentasi Data dan Jaringan: Hindari konsentrasi data di satu titik. Segmentasi membuat dampak serangan lebih terbatas.

  • Penguatan Rencana Darurat: Susun protokol respons insiden yang teruji, termasuk komunikasi transparan dengan publik.

  • Peningkatan Kapasitas SDM: Latih tim IT secara berkala agar mahir deteksi dan penanggulangan ancaman siber.

Pesan Kunci

Kasus ransomware terhadap PDN adalah alarm keras bahwa keamanan digital harus menjadi prioritas utama. Dengan strategi berani dan kolaborasi lintas institusi, Indonesia dapat membangun pertahanan siber lebih kokoh!